Mengenang Masa Lalu.....
Posted by
SEHAT ADALAH SEGALA-GALANYA
at
10:28 AM
1 comments
Bukti Keagungan & Kekuasaan Allah

Dengan Rahmat-Mu dan Ridho-Mu aku dapat menghirup udara ini dan menjalankan hidup ini.
Sesungguhnya tidak ada kehidupan yang kekal abadi di dunia ini. Kehidupan manusia di muka bumi ini hanyalah sementara. Akhirat jua tempat tinggal yang kekal abadi. Sebagai umat Nabi Muhammad, kita sentiasa terpelihara dan mendapat rahmat dari Allah SWT.
Sebagaimana kita sedia maklum, Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang diutuskan Allah untuk seluruh umat manusia. Tiada lagi nabi yang diutuskan selepas baginda. Selepas kewafatan baginda, bermulalah era akhir zaman dimana dunia akan mengalami kehancuran. Terdapat pelbagai tanda yang telah diturunkan oleh Allah SWT sebagai tanda dunia telah berada di ambang kiamat.
Berikut disenaraikan gambar-gambar yang membuktikan keagungan, kebesaran dan kekuasaan Allah SWT untuk dijadikan santapan rohani serta pedoman dalam meniti perjalanan menuju dunia akhirat.
Lihatlah atas segala keagungan Allah SWT agar kita menjadi lebih yakin akan Tuhan kita yang sebenarnya.




Posted by
SEHAT ADALAH SEGALA-GALANYA
at
10:03 AM
0
comments
MARHABAN YA RAMADHAN
Marhaban barasal dari kata rahb yang berarti luas atau lapang. Marhaban menggambarkan suasana penerimaan tetamu yang disambut dan diterima dengan lapang dada, dan penuh kegembiraan. Marhaban ya Ramadhan (selamat datang Ramadhan), mengandungi erti bahwa kita menyambut Ramadhan dengan lapang dada, penuh kegembiraan, tidak dengan keluhan.
Rasulullah sendiri senantiasa menyambut gembira setiap datangnya Ramadhan. Dan berita gembira itu disampaikan pula kepada para sahabatnya seraya bersabda:
"Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan. Allah telah memfardlukan atas kamu puasanya. Di dalam bulan Ramadhan dibuka segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh setan. Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari kebajikan" (Hr. Ahmad)
Marhaban Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci itu, karena kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan diasuh guna melanjutkan perjalanan menuju Allah swt.
Perjalanan menuju Allah swt itu dilukiskan oleh para ulama salaf sebagai perjalanan yang banyak ujian dan tentangan. Ada gunung yang harus didaki, itulah nafsu. Digunung itu ada lereng yang curam, belukar yang hebat, bahkan banyak perompak yang mengancam, serta iblis yang merayu, agar perjalanan tidak dilanjutkan. Bertambah tinggi gunung didaki, bertambah hebat ancaman dan rayuan, semakin curam dan ganas pula perjalanan. Tetapi, bila tekad tetap membaja, sebentar lagi akan tampak cahaya benderang, dan saat itu akan tampak dengan jelas rambu-rambu jalan, tampak tempat-tempat yang indah untuk berteduh, serta telaga-telaga jernih untuk melepaskan dahaga. Dan bila perjalanan dilanjutkan akan ditemukan kendaraan Ar-Rahman untuk mengantar sang musafir bertemu dengan kekasihnya.
Untuk sampai pada tujuan tentu diperlukankan bekal yang cukup. Bekal itu adalah benih-benih kebajikan yang harus kita tabur didalam jiwa kita. Tekad yang keras dan membaja untuk memerangi nafsu, agar kita mampu menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat dan tadarrus, serta siangnya dengan ibadah kepada Allah melalui pengabdian untuk agama.
SPIRITUALISME DAN MATERIALISME. Puasa Ramadhan hakekatnya adalah melatih dan mengajari naluri (instink) manusia yang cenderung tak terkontrol. Naluri yang sulit terkotrol dan terkendali itu adalah naluri perut yang selalu menuntut untuk makan dan minum dan naluri seks yang selalu bergelora sehingga manusia kewalahan untuk mengekang dua naluri ini.
Dalam sejarah manusia didapatkan dua falsafah yang dapat menguasai dan mendominasi kebanyakan manusia, yakni falsafah materialisme yang berorientsi pada materi saja, dan falsafah spiritualisme yang hanya berorientasi pada rohaniah saja.
Orang-orang yang berorientasi materi - terdiri dari orang-orang atheis, komunis dan animisme dan berhalaisme - mereka hidup untuk dunianya saja. Mereka melepaskan kenhendak nalurinya dan tak pernah puas. Bila terpenuhi satu keinginannya, timbul keinginan baru begitu seterusnya. Sahwat manusia bila sudah terbakar maka akan mengheret dari sedikit ke yang banyak, dari banyak ke yang terbanyak.
Allah mengecam orang-orang seperti ini: "Biarkanlah mereka makan, dan bersenang-senang, mereka dilalaikan oleh angan-angan dan mereka akan mengetahui akibatnya".(QS Al Hijr 3). Ayat lain: "Orang-orang kafir mereka bersenang-senang dan makan seperti binatang ternak makan. Dan neraka adalah tempat tinggalnya".(QS Muhammad 12)
Mereka hidup di dunia ini dalam keadaan kosong. Jiwanya dikuasai nafsunya, menghalalkan segala cara, dan dihari kiamat nanti mereka mendapat balasan yang setimpal. "Demikian itu bersenang-senang di bumi tanpa haq dan mereka sombong".(QS Ghofir 75) Sementara filsafat spiritualisme yang didasarkan pada kerahiban, berpandangan bahwa pengabdian kepada Tuhan harus menekan naluri seks mengikis habis pendorong-pendorongnya dan mematikannya yang juga diatasi dengan mengurangi makan. Dengan kata lain mereka masuk dalam kancah peperangan melawan jasad manusiawinya. Filsafat ini dilakukan oleh gereja sejak dahulu kala.
Orang-orang Barat dewasaa ini melepaskan diri dari filsafat gereja, mereka menggunakan waktu dan harta kekayaannya untuk memenuhi sahwat jasmaninya. Filsafat spiritualismenya telah lenyap, bahkan gereja-gereja sudah tiada lagi pengunjungnya walaupun pada hari Minggu. Seandainya masih ada, itu hanya sekelompok minoritas yang hidup di dunia Islam.
Agama Islam adalah agama yang seimbang. Ia menghormati rohani dan jasmani sekaligus, ia memperhatikan nilai-nilai ideal manusia, tapi juga menjamin kebutuhan hidup naluri duniawinya asal dalam ruang keutamaan, ketaatan, kehormatan.
Ia membolehkan manusia makan dengan catatan dalam batas kewajaran dan kehormatan. "Makanlah dan minumlah, berpakaianlah dan bersedekahlah tanpa berlebih-lebihan dan tidak diiringi kesombongan".(HR Bikhari)
Islam mengimbangkan antara ruhani dan jasmani. "Ya Allah, a ku berlindung kepadamu dari lapar, karena sesungguhnya seburuk- buruk tidur adalah dalam keadaan lapar. Dan aku berlindung kepadamu dari khianat, karena itu adalah seburuk-buruk suasana kejiwaan".(HR Abu Daud)
Islam memperhatikan kehidupan dunia dan akherat, "Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertaqwa: Apa yang Tuhan kalian turunkan? mereka berkata: 'Keuntungan bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini dan akherat lebih baik, dan sebaik tempat bagi orang-orang yang bertaqwa".(QS AN Nahl 30)
Ajaran Islam datang untuk mensucikan manusia, mengangkat darjatnya, ia mensucikan fisikalnya dengan mandi dan berwudlu, mensucikan jiwanya denga ruku' dan sujud. Islam adalah jasmani dan ruhani, dunia dan akherat dengan falsafah puasa. Islam menegaskan bahwa manusia terdiri dari jasmani dan ruhani.
Nilai manusia tidak terletak pada jasadnya, akan tetapi terletak pada ruhani yang menggerakkannya. Kerena ruhani inilah, Allah memerintahkan pada malaikatnya untuk hormat kepada manusia, karena ruhani datangnya dari Allah swt. Firman Allah:
"Ingatlah diwaktu Tuhanmu berkata kepada para malaiakat: "Aku menciptakan manusia dari tanah, dan setelah aku sempurnakan aku tiupkan kedalamnya ruh-Ku, maka hormatlah kalian kepadanya".(QS ShAd 71-72)
Setelah itu manusia ada yang mengenali siapa yang meniupkan ruh kapadanya dan yang memuliakannya atas seluruh makhluknya.
Mereka itu akan bersyukkur kepada pemberi nikmat, sementara ada manusia-manusia yang melupakan Tuhannya, melupakan kepada dzat yang meniupkan ruh kepadanya.
Demikian juga halnya kebudayaan. Kebudayaan yang memegang kendali alam sekarang ini telah melupakan Tuhannya, melalaikan haknya. Dunia ini tidak memiliki kebudayaan yang mengakui ruhani dan jasmani, berorientasi dunia dan akherat dan menentukan hak-hak manusia disamping hak-hak Allah -kebudayaan Islam-.
Puasa Ramadhan sebagaimana Rasulullah jelaskan dapat mengangkat derajat pelakunya menjadi unsur rahmat, kedamaian, ketenangan, kesucian jiwa, aklaq mulia dan perilaku yang indah ditengah-tengah masyarakat. "Bila salah seorang dari kalian berpuasa maka hendaknya ia tidakberbicara buruk dan aib. dan jangan berbicara yang tiada manfaatnya dan bila dimaki seseorang maka berkatalah, 'Aku berpuasa'". (HR. Bukhori).
Dalam bulan Ramadhan terdapat filsafat Islam yang mengaitkan dunia dengan akhirat, mengaitkan jasmani dan ruhani, mengaitkan bumi dengan langit, mengaitkan manusia dengan wahyu, dan mengaitkan dunia dengan kitab yang menerangi jalannya dan menetukan tujuannya.
Posted by
SEHAT ADALAH SEGALA-GALANYA
at
8:13 AM
0
comments
Berikan Pendidikan Agama Sejak Dini
Dalam skala keluarga, ajaran Islam memberikan petunjuk kepada orangtua dalam mendidik anak. Orangtua mempunyai tanggung jawab yang lebih dalam mengarahkan kreativitas anak. Peran orang tua sangat menentukan dalam mengembangkan potensi anak agar tumbuh subur merjadi warna dominan dalam kehidupan berikutnya. Baca selengkapnya..
Posted by
SEHAT ADALAH SEGALA-GALANYA
at
9:41 PM
0
comments
BERSIKAP IKHLAS
| Oleh Noer Bahry Noor (PD III FKM Unhas) IKHLAS adalah dasar utama yang menyebabkan semua amal ibadah kita diterima dengan baik oleh Allah swt. Oleh karena itu syukur yang tidak didasari dengan ikhlas akan menjadi tertawaan manusia saja, istilah Makassar bikin syukuran tapi 'gayana ji'. |
Sabar yang tidak ikhlas akan menjadi pembicaraan manusia bahwa katanya sabar tapi suka ngedumel, 'sabbara’ mangittu' kata orang tua-tua dulu (orang Bugis), demikian pula maaf yang tidak ikhlas akan mengesankan rasa hambar dalam silaturahmi, kata orang Bugis ”Siamak-amakni mingka MAKEMMEH muapi” artinya sudah baikan tapi persahabatannya masih hambar belum seakrab seperti sebelumnya. Dan Tobat yang tidak dilandasi dengan keikhlasan inilah yang sering orang istilahkan tobatnya tobat 'tomat' artinya kalo lagi susah tobatnya sungguh-sungguh tapi kalo lagi senang, bahagia, banyak rezeki eh, penyakitnya 'kumat' yaitu ingkar akan janjinya dan enggan beramal baik, kumat kikirnya, kumat malas salatnya, kumat penipunya, datang perbuatan isengnya, kembali jadi koruptor dsb. Ada tiga cara melaksanakan ikhlas pada setiap aktivitas kita (1) ikhlas dalam berkata, perkataan dan segala yamg berkaitan dengan lidah (2) ikhlas dalam hati dan (3) ikhlas dalam aktivitas, perbuatan, pengamalan dan semua ibadah kita kepada Allah swt. Keempat komponen (1) syukur, (2) sabar, (3) maaf (4) tobat kalau dibuatkan illustrasi adalah bagaikan dinding dari sisi-sisi kubus, syukur dinding sebelah depan, Sabar dinding belakang, maaf dinding sebelah kiri dan tobat dinding sebelah kanan. Ikhlas sebagai dinding bawah (alas) kubus, sedangkan dinding atas adalah bahagian diri kita yang terbuka kepada Allah swt yang akan diisi oleh Allah swt sesuai amalan dari kelima dinding tersebut. Andaikan isinya telah ada, namun oleh karena ada salah satu komponen dari kelimanya 'lemah' mungkin kurang syukur, atau tidak sabar ataukah enggan memberi maaf atau malas bertobat, maka dinding kubus kita yang lemah 'terbuka' maka dapat dibayangkan bagaimana tentang isinya, Insya Allah 'tumpah' melalui dinding yang lemah tadi. Boleh saja tumpah ke depan, ke belakang, ke samping kiri atau kanan. Apatah lagi kalau kelemahan itu lebih dari satu. Namun yang paling rawan jika kelemahan itu ada pada dasar kubus kita (Ikhlas). Kalau ini yang lemah bagaimana pun kuatnya dinding depan, belakang, kiri atau kanan, tapi tumpah ke bawah dan tak ada yang tersisa karena ’keikhlasan' kita tidak ada. |
Posted by
SEHAT ADALAH SEGALA-GALANYA
at
8:58 AM
0
comments
Keutamaan Bulan Rajab
Abu Hurairah berkata: Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda: Barang siapa yang berpuasa pada hari keduapuluh tujuh dari bulan Rajab, maka ia akan dicatat sebagaimana puasa enam puluh bulan.
Dan hendaklah kamu memuliakan bulan Rajab niscaya Allah muliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari qiamat. Selanjutnya Rasulullah SAW bulan Rajab bulan Allah, Bulan Syakban bulan-Ku (Muhammad) dan bulan Ramadhan bulan umat-Ku.
Rajab adalah sebuah nama sungai yang airnya lebih putih dari pada susu, lebih manis dari pada madu dan lebih dingin daripada es (salju). Tidak akan meminumnya kecuali orang yang berpuasa di bulan Rajab. Ahli isyarat berkata: Lafal Rajab terdiri dari tiga huruf, yaitu ra, jim dan ba, : ra berarti rahmat Allah, jim pemurah, ba kebajikan/kebaikan Allah SWT Limpahkan rakmatnya, kemurahannya dan kebajikannya terhadap hamba-hambanya yang beriman dan beramal soleh/solehah dan pada bulan Rajab dengan berpuasa pada siangnya dan beribadah pada malamnya, keistimewaan dan keagungan itu yang dinamakan dengan Syahrullah (bulan Allah).
Kelebihan bulan Rajab
Rajab adalah hari pertama kali Jibril turun kepada Nabi Muhammad SAW membawa risalah, dan di bulan Rajab di Isra'-kan Nabi Muhammad SAW di bulan Rajab mustajab doa, puasa sehari di bulan Rajab mendapat surga yang tertinggi, puasa dua hari dilipat gandakan pahalanya, puasa tiga hari dijadikan parit yang panjang yang menghalangi dia ke neraka (panjang parit itu setahun perjalanan), puasa empat hari diafiatkan dari padanya bala penyakit yang berkepanjangan dan fitnah dajjal di hari qiamat. Puasa
Saidina Ali berkata: Puasa Rajab 13 hari seperti puasa tiga ribu tahun, puasa 14 hari seperti puasa sepuluh ribu tahun dan puasa 15 hari seperti puasa seratus tahun. Bulan Rajab diampunkan dosa yang meminta ampun dan bertaubat kepada Allah SWT.
Selain itu orang yang tidak berpuasa hendaklah ia bersedekah tiap hari sekurang-kurangnya sepotong roti, siapa bersedekah pada bulan Rajab seperti bersedekah seribu dinar dituliskan kepadanya setiap sehelai bulu roma jasadnya seribu kebajikan diangkat seribu derjat dihapus seribu kejahatan, serta dijauhkan Allah dari pada api neraka, karena kemuliaan bulan Rajab. Barang siapa meminta ampun (istighfar) karena Allah pagi dan petang 70 atau 100 (seratus) kali, diharamkan tubuhnya dari api neraka.
Rahmat bagi hamba yang soleh solelah
Di antara rahmat Allah yang terbesar dikurniakan kepadanya hambanya ialah dengan ditambahkannya amalan-amalan seperti berpuasa, pada siang dan mengerjakan shalat-shalat sunat disamping shalat fardhu, seraya memperbanyak dzikir, bertasbih, bersolawat, membaca Al-Quran, beristighfar mohon keampunan dan taubat dosa-dosanya yang lalu dan pada malamnya berjaga malam atau bangun tengah malam shalat tahajjud, shalat tasbih, berdzikir, bersalawat, membaca Al-Quran dan berdoa, pada bulan Rajab inilah dapat digandakan pahalanya, dilipat-gandakan keampunannya, dan mudah mendapat keampunan dan taubat dari Allah SWT, diangkat derajat keimanannya, di dunia dan derajat yang tinggi di surga.
Sungguh pemurah-Nya Allah SWT terhadap hamba-hambanya puasa dari malam Rajab ini, bila hamba-hambanya puasa dari malam Rajab sampai ke malam terakhirnya akan dilipatgandakan pahala-pahalanya. Bulan Rajab adalah bulan kebajikan dan kebaikan Allah SWT kepada hamba-hambanya, bulan yang diperintahkan banyak berbuat amal kebajikan bulan yang digalakkan berbuat amal ibadah, shalat fardhu, shalat-shalat sunat, bulan yang diperbanyak baca istighfar memohon keampunan dan taubat, berdzikir, bertasbih, bersolawat, berdoa, bersedekah.
Bulan membuka pintu kebaikan/kebajikan yang luas, anugerah yang tinggi yang tidak terhingga, firman Allah SWT dalam surat Al-Bayyinah 7 dan 8; Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh, mereka itulah sebaik-baiknya makhluk, balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga 'Adn yang mengalir di bawah sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, Allah ridho terhadap mereka itu dan mereka pun ridho kepadanya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Tuhannya.
Amalan Di Bulan Rajab
Berpuasa dan bacalah: La ilaha illalah qobla kulli ahada, la ilaha illalah ba'da kulli ahada, la illalah yabaqoo robbuna wa yafna kulli ahada. Sebanyak sepuluh kali. Shalat sunat Isra', shalat sunat Dhuha, shalat sunat Tasbih.Berdoa memohon ampun dan taubat.
Bersedekah dan berzikir, la ilaha illalah sebanyak-banyaknya dan membaca Allahu Akbar seratus kali selepas shalat subuh dan sabar. Bertasbih subhana rabbial 'ala seratus kali dan subhanallah wa bihamdihi, subhanallahi Adhim seratus kali, subhanallah wal hamdulillahi wa la ilaha illalah wal lahu akbar, wa la haula wa la quata billahi 'aliul a'dhim. Seratus kali.
Solawat kepada Rasulullah.
Istighfar; astaghfirullahi a'dhim wa atubu ilaih. Seratus kali. Pagi dan petang. Istighfar kepada ibu bapak; robbiqfirli wa liwalidaya warhamhuma
Diriwayatkan: Apabila sepertiga malam dari Jumat pertama di bulan Rajab tidaklah seorang malaikat pun kecuali dia akan memintakan ampun untuk orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab. Berkata Anas RA, sesungguhnya Rasulullah SAWbersabda: Barang siapa yang berpuasa tigahari dari bulan haram, maka akan dicatat baginya pahala ibadahnya selama sembilan ratus tahun.
Berkata Anas RA: Aku mempuasakan kedua telingaku kalau kiranya aku tidak mendengarkan dari Rasulullah SAW Asyurul hurum ini ada empat bulan; Malaikat-malaikat pilihan, ada empat; seutama-utama kitab-kitab ada empat; anggota wudhu' ada empat; tasbih yang paling utama ada empat kalimat, subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar; dasar hitungan juga ada empat; satuan, puluhan, ratusan, dan ribuan; waktu-waktu juga ada empat; musim semi, musim panas, rontok dan dingin; tabiat ada empat; panas, dingin, kering dan basah; unsur pokok yang dominan dalam badan ada empat; Empedu, limpa, darah dan lendir; Khulafaur Rasyidin ada empat; Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali radiallahu alaihim ajma'in.
Ad Dailami meriwayatkan dari Aisyah berkata: Aku mendengar Rasulullahi bersabda, Allah SWT benar-benar melimpahkan kebaikan ke dalam empat malam, yaitu malam Hari Raya Fitri, malam hari Raya Adha, malam Nisfu Syakban dan malam pertama bulan Rajab. Ad Dailami juga meriwayatkan dengan sanadnya dari Abi Umamah dari Rusulullah SAW, bahwa beliau bersabda:
Inilah amal-amalan yang soleh dan solihah yang selalu diharapkannya setiap tahunnya dapat dilaksanakan khusyuk dan tawadhuk.
Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Muharram yang artinya dimulyakan (
Menurut al-Syaukani (Naylul Authar, dalam bahasan puasa sunat) ungkapan Nabi "Bulan Sya'ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang" itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.
Adapun hadis yang Anda sebut itu, kami juga tak menemukannya.
- "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
- Riwayat al-Thabrani dari Sa'id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
- "Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut".
- Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata: "Rajab itu bulannya Allah, Sya'ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku."
Hadis-hadis tersebut dha'if (kurang kuat) sebagaimana ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi.
Ibnu Hajar, dalam kitabnya "Tabyinun Ujb", menegaskan bahwa tidak ada hadis (baik sahih, hasan, maupun dha'if) yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab. Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang menghususkan bulan Rajab dengan puasa.
Ditulis oleh al-Syaukani, dlm Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur al-Sam'ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.
Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadis-hadis yang umum (spt yang disebut pertamakali di atas) itu cukup menjadi hujah atau landasan. Di samping itu, karena juga tak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.
Posted by
SEHAT ADALAH SEGALA-GALANYA
at
9:55 PM
0
comments
JADWAL PERTANDINGAN PIALA ASIA CUP 2007
JADWAL PERTANDINGAN PIALA ASIA CUP 2007
GROUP D
INA vs Bahrain (Tue 10 Juli, 17.20 WIB) - Gelora Bung Karno, Senayan
Korsel vs S. Arabia (Wed 11 Juli, 19.35 WIB) - Gelora Bung Karno,Senayan
Saudi Arabia vs INA (Sat 14 Juli, 19.35 WIB) - Gelora Bung Karno,Senayan
Bahrain vs Korsel (Sun 15 Juli, 19.35 WIB) - Gelora Bung Karno, Senayan
S. Arabia vs Bahrain (Wed 18 Juli, 17.20 WIB)-Gelora Sriwijaya,Palembang
INA vs Korsel (Wed 18 Juli, 17.20 WIB) - Gelora Bung Karno, SenayanQUARTER-FINAL 4 (D1 vs C2) (Minggu 22 Juli, 17.20 WIB) - Senayan
THIRD PLACE PLAYOFF (Sabtu 28 Juli, 19.35 WIB) - Palembang
FINAL (Minggu 29 Juli, 19.35 WIB) - Gelora Bung Karno, Senayan
Posted by
SEHAT ADALAH SEGALA-GALANYA
at
8:21 AM
0
comments



